Meskipun kamu dan aku tau pasti akan terasa sulit dan berat , di aku ataupun di kamu.
Namun itu lebih baik untuk meraih masa depan dan meraih Ridho Nya.
Kamu hebat , kamu hebat telah membawaku sejauh ini.
Perlahan sedikit demi sedikit , aku bisa meredam dan mengubur sedikit racun dan ketergantuanganku,
Hariku memang kosong , tak seperti biasanya ,
Hening , seperti ada yang hilang ,
Tak ada lagi sapaan manis , lembut yang setiap pagi aku dapatkan dari pesan singkatmu.
Sesekali aku membuka ruang percakapan kita , pesanmu , nasihatmu , terkadang rindu
Sebab jujur, memang belum pernah aku menemukan kebahagian seperti ini sebelumnya.
Terkadang hal ini mengoyahkan pintu iman yang ingin kuperbaiki ,
Ah , kupandang lagi tulisan kertas putih itu ,
Pesanmu di coretan itu ," jadilah pribadi yang lebih tegar lagi , mandiri , lebih sabar , dan berprinsip"
Kau tau ?
Seketika rintikan air mata pun mengalir bersama senyuman ,
Bagaimana aku bisa menjadi seseorang yg hebat pendampingimu , jika aku masih belum bisa mengesampingkan ego dan perasaanku ?
Hari itu detik itu , aku mulai berjanji pada diriku sendiri ,
Ketika aku sudah memilih , disanalah aku mulai berkomitmen untuk diriku sendiri ,
Aku tak ingin membohongi diriku sendiri meskipun memang ini adalah hal yg sangat baru dalam hidupku ,
Kau tau ?
Ibarat tangga , aku masih sangat merangkak dibawah ,
Namun perlahan aku bisa berjalan dan menapaki tangga itu ,
Ingin aku ceritakan padamu nanti bagaimana kisah penantian ini ,
Jadi maukah kamu menjaga bersama dalam menapaki tangga ini ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar