Rabu, 21 November 2018

FAKIR

KOSONG !
“saat kamu tak sanggup menahan lelahnya belajar , maka kamu harus sanggup menahan perihnya kepedihan” ~ Imam As Syafi’i ~

Sebuah tamparan dan motivasi untuk diriku sendiri saat diri ini tengah lengah menuntut ilmu syar’i. Pernahkah merasa lelah dalam menuntut ilmu ? aku kira pasti semua jawaban “iya” , karena memang sudah sikap manusiawi. Namun benar sangat menyakitkan saat diri ini FAKIR , jauh dari ilmu syari’atNya. Sempat terbesit dalam fikiran ini, “ ya Allah, kenapa aku tidak seperti mereka yang mudah dalam mencari ilmuMu ? sedangkan aku ? kenapa baru sekarang aku mendapat hidayah untuk menuntut ilmu syar’i mu ? kemana saja diri ini berlalu ?” sebuah ungkapan saat lengah dalam menuntut ilmu. Rasa tangis, sedih , haru , dan miris melihat diri sendiri yang kurang akan ilmu syar’iNya. Aku IRI , ya aku IRI pada mereka yang selalu istiqomah dan kaya akan ilmuMu. Bagiku tak ada kedudukan mulia selain menuntut ilmu karenaMu dan menuntut ilmu syari’tMu. Saat diri ini dapat mengungguli beberapa orang dalam bidang akademis namun teryata sangat fakir saat dihadapkan ilmu agama. Ah seperti gelas kosong yang tak terisi apapun ! kosong ! hanya angin berlalu menyapa gelas itu. Untuk apa aku diciptakan ? jika masalah ilmu saja masih kosong. Bagaimana aku bisa menggapai surgaMu ? sedangkan perintah serta laranganMu masih sering aku langgar. Sungguh , hina sekali diri ini. Aku malu pada penciptaku , saat aku telah diciptakan , aku telah diberi kesempatan namun diri ini belum membanggakan.
Renungan sejenak untuk diriku sendiri,semakin aku membadingkan diriku dengan orang lain maka semakin itu pula aku merasa benar benar tak berguna dan aku pun mulai merasa putus asa. Istirahatlah sejenak, lihat prestasi apa yang sudah ku capai. “Masih pantaskah aku meremehkan kemampuan diri ku sendiri ? “ gumanku.” Bukankan Allah telah menciptakan jutaan bahkan ribuan orang dengan kemampuan dan kekurangan masing-masing ? kenapa harus selalu membandingkan dengan kemampuan orang lain ?” hemm ya ungkapan yang sedikit membuatku lebih tenang. Allah tak mungkin salah dalam memilihkan jalan untukku. Allah tak mungkin memberiku rintangan melebihi kemampuanku.
Sekarang sabarlah wahai diri ! bersyukurlah dan sadarilah ! kamu mampu dan kamu bisa. Jalanku mungkin tak seperti mereka mudah dalam menuntut ilmuNya. Namun tidak menutup kemungkinan kamu juga bisa seperti mereka. Hanya perlu usaha dan perjuangan , jalanku lebih mengasyikkan maka dari itu aku harus lebih berjuang. Bukankah setiap perjalanan harus ada perjuangan ? dan disetiap perjalanan selalu ada pelajaran ?
Ingat nasihat Imam Asy Syafi’i ? beliau Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata :
“ wahai saudaraku , ilmu tidak akan didapatkan kecuali dengan enam perkara yang akan saya beritahukan perinciannya : 1) kecerdasan , 2) semangat , 3) sungguh – sungguh , 4) berkecukupan , 5) bersahabat dengan guru, 6) membutuhkan waktu yang lama “
ya, kewajiban untuk menuntut ilmu sampai akhir hayat. Jangan putus asa jangan berhenti, jika lengah itu menghampirimu cukup istirahatlah sejenak kemudian berjalanlah lagi. Sungguh hadiah itu telah menunggumu. Bersabarlah, ingatlah kamu mencetak generasi penerus bangsa , kamu pencetak generasi rabbani , kamu pencetak khalifah di muka bumi ini , dan kamu tempat peradaban suatu bangsa. Tinggikan semua itu dengan ilmumu. Jadilah madrasah pertama untuk anak anak mu kelak.
Sungguh tidak ada kata terlambat untuk menuntut ilmu. Bersyukurlah karna Allah telah menitipkan cahaya ke dalam hatimu sehingga kamu berkeinginan menuntut ilmu syar’iNya. Unggulilah duniamu dengan ilmu akhiratmu. Sungguh itulah yang akan mengangkat derajatmu di dunia maupun di akhirat. Hamaasah para perindu surga .



Tidak ada komentar:

Posting Komentar