KOSONG !
“saat kamu tak sanggup menahan lelahnya belajar , maka
kamu harus sanggup menahan perihnya kepedihan” ~ Imam As Syafi’i ~
Sebuah tamparan dan motivasi
untuk diriku sendiri saat diri ini tengah lengah menuntut ilmu syar’i. Pernahkah
merasa lelah dalam menuntut ilmu ? aku kira pasti semua jawaban “iya” , karena
memang sudah sikap manusiawi. Namun benar sangat menyakitkan saat diri ini
FAKIR , jauh dari ilmu syari’atNya. Sempat terbesit dalam fikiran ini, “ ya
Allah, kenapa aku tidak seperti mereka yang mudah dalam mencari ilmuMu ?
sedangkan aku ? kenapa baru sekarang aku mendapat hidayah untuk menuntut ilmu
syar’i mu ? kemana saja diri ini berlalu ?” sebuah ungkapan saat lengah dalam
menuntut ilmu. Rasa tangis, sedih , haru , dan miris melihat diri sendiri yang
kurang akan ilmu syar’iNya. Aku IRI , ya aku IRI pada mereka yang selalu
istiqomah dan kaya akan ilmuMu. Bagiku tak ada kedudukan mulia selain menuntut
ilmu karenaMu dan menuntut ilmu syari’tMu. Saat diri ini dapat mengungguli
beberapa orang dalam bidang akademis namun teryata sangat fakir saat dihadapkan
ilmu agama. Ah seperti gelas kosong yang tak terisi apapun ! kosong ! hanya
angin berlalu menyapa gelas itu. Untuk apa aku diciptakan ? jika masalah ilmu
saja masih kosong. Bagaimana aku bisa menggapai surgaMu ? sedangkan perintah
serta laranganMu masih sering aku langgar. Sungguh , hina sekali diri ini. Aku malu
pada penciptaku , saat aku telah diciptakan , aku telah diberi kesempatan namun
diri ini belum membanggakan.
Renungan sejenak untuk diriku sendiri,semakin
aku membadingkan diriku dengan orang lain maka semakin itu pula aku merasa
benar benar tak berguna dan aku pun mulai merasa putus asa. Istirahatlah sejenak,
lihat prestasi apa yang sudah ku capai. “Masih pantaskah aku meremehkan kemampuan
diri ku sendiri ? “ gumanku.” Bukankan Allah telah menciptakan jutaan bahkan
ribuan orang dengan kemampuan dan kekurangan masing-masing ? kenapa harus
selalu membandingkan dengan kemampuan orang lain ?” hemm ya ungkapan yang
sedikit membuatku lebih tenang. Allah tak mungkin salah dalam memilihkan jalan
untukku. Allah tak mungkin memberiku rintangan melebihi kemampuanku.
Sekarang sabarlah wahai diri ! bersyukurlah
dan sadarilah ! kamu mampu dan kamu bisa. Jalanku mungkin tak seperti mereka
mudah dalam menuntut ilmuNya. Namun tidak menutup kemungkinan kamu juga bisa
seperti mereka. Hanya perlu usaha dan perjuangan , jalanku lebih mengasyikkan
maka dari itu aku harus lebih berjuang. Bukankah setiap perjalanan harus ada
perjuangan ? dan disetiap perjalanan selalu ada pelajaran ?
Ingat nasihat Imam Asy Syafi’i ?
beliau Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata :
“
wahai saudaraku , ilmu tidak akan didapatkan kecuali dengan enam perkara yang
akan saya beritahukan perinciannya : 1) kecerdasan , 2) semangat , 3) sungguh –
sungguh , 4) berkecukupan , 5) bersahabat dengan guru, 6) membutuhkan waktu
yang lama “
ya, kewajiban untuk menuntut ilmu
sampai akhir hayat. Jangan putus asa jangan berhenti, jika lengah itu
menghampirimu cukup istirahatlah sejenak kemudian berjalanlah lagi. Sungguh hadiah
itu telah menunggumu. Bersabarlah, ingatlah kamu mencetak generasi penerus
bangsa , kamu pencetak generasi rabbani , kamu pencetak khalifah di muka bumi
ini , dan kamu tempat peradaban suatu bangsa. Tinggikan semua itu dengan
ilmumu. Jadilah madrasah pertama untuk anak anak mu kelak.
Sungguh tidak ada kata terlambat
untuk menuntut ilmu. Bersyukurlah karna Allah telah menitipkan cahaya ke dalam hatimu
sehingga kamu berkeinginan menuntut ilmu syar’iNya. Unggulilah duniamu dengan
ilmu akhiratmu. Sungguh itulah yang akan mengangkat derajatmu di dunia maupun
di akhirat. Hamaasah para perindu surga .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar