Kamis, 29 November 2018

DIAMKU { aku , kamu , dan Dia }

aku mengangumimu , aku menyanyangimu karna akhlak dan agamamu.
tak pernah terbesit di fikiranku bahwa kamupun akan membalas rasaku
rasa yang belasan lamanya tak pernah kurasakan
hati yang selalu terkunci rapat
dan diri ini yang selalu menutup untuk jatuh cinta
ya, fitrah setiap manusia untuk jatuh cinta
namun cukup aku tak mau mengumbar rasa itu
karna aku takut jatuh pada seseorang yang salah
harapku kepada Tuhanku
" jatuhkan hatiku kepada yang mencintaiMu dan jatuhkan hatiku disaat yang tepat dan kepada orang yang tepat pula "
wallahi ! qadarullah ! aku tidak mengerti skenario apalagi yang akan terjadi
aku ditemukan denganmu
dan akupun mulai menjatuhkan hati serta kepercayaan kepadamu
"Ya Allah , jika memang dia nanti yg kau takdirkan untukku .. mudahkahlah kami untuk menggapai ridhoMu "
kamu yang sedang berdakwah untuk di sekitarmu
dan aku pun juga menemani di setiap perjuanganmu
sejak saat itu , sekarang , dan aku berharap untuk kedepannya
masih aku yang akan menemanimu
wallahu'alam
kasihmu yang suci ini membuatku untuk lebih ingin menjaga diriku
membuatku terus memperbaiki diri
kamu yang sedamg bergelut di bidang dakwah
kamu yang sedang memperjuangkan agama Allah
kamu agent of change untuk keluargamu dan sekitarmu
dan aku pun begitu
tersadar kini.. aku benar ingin menjadikan kamu seorang yang aku hormati
seorang yang aku patuhi setelah ayahku
seorang yang akan jalan bersamaku untuk meraih jannahNya
untuk saat ini .. ijinkan aku benar benar menjagamu ..
biarkan jarak ini yang tetap menjadikan kita rindu dan selalu saling mendoakan di sepertiga malamNya
kamu .. bergulatlah dengan dakwahmu dulu impian mu dan perjuanganmu
begitupun denganku
kamu .. cukup aku ingin menjadi berlian untukmu
membuatmu bangga krana telah memiliku
aku tak ingin menjadi fitnah untukmu
uhibbuka fillah



AKU IRI

iya.. jujur aku iri .. aku iri dengan mereka yang diam diam bisa mewujudkan impiannya tanpa seorang pun tau tentang bagaimana pengorbanannya dan perjuangannya 
bagaimana dengan ku ?
apa kabar impianku ?
sudah kugunakan untuk apa waktuku ?
sudah sampai mana target yang telah tercapai ?
hem rasanya ingin menangis hati ini
terlalu banyak waktu yang terbuang sia sia 
terlalu sering diri ini terlena dengan waktu kosongku
waktu terus berjalan umurku semakin berkurang 
lalu untuk apa waktu ini kuhabiskan 
ahh sedih rasanya 
ya Allah .. aku yakin dan aku percaya 
semua memiliki kapasitas masing masing memiliki kelebihan dan kekurangan
bukan bermaksud untuk membandingkan ciptaanMu ya Rabb
hanya saja terkadang diri ini terlalu berkecil hati untuk menggapai impian impian itu
iyaa.. tanpa kekuatan RidhoMu tanpa hidayahMu tanpa mahabbahMu ya Rabb
diri ini tak mampu diri ini lemah 
ya Allah .. sadarkan diri ini bukakanlah mata hati ini ..
ya Allah jangan cabut hidayah dari dalam jiwa ini
biarkan ku selalu merasakan MahabbahMu ya Rabb
aku bisa berdiri tegak disaat yang lain mulai menjauhiku seperti sekarang 
namun aku tak bisa sama sekali untuk bangkit saat aku telah kehilangan Mahabbahku ya Rabb 
biarkan mahabbahMu selalu bedrsemai dalam diri ini
aku hidup sekarang bukanlah tidak lain karena MahabbahMu
ya Allah ,, tutunlah hamba untuk kembali padaMu
tuntunlah hamba dalam menggapai impianku 
impian kesuksesan dunia dan akhiratku
ya Allah .. jadikah setiap lelahku adalah karnaMu
ya Allah jadikan semua hal yg aku lakukan karna kehendakMu dan mendapat ridhomu 
allahumma aamiin 

Rabu, 21 November 2018

FAKIR

KOSONG !
“saat kamu tak sanggup menahan lelahnya belajar , maka kamu harus sanggup menahan perihnya kepedihan” ~ Imam As Syafi’i ~

Sebuah tamparan dan motivasi untuk diriku sendiri saat diri ini tengah lengah menuntut ilmu syar’i. Pernahkah merasa lelah dalam menuntut ilmu ? aku kira pasti semua jawaban “iya” , karena memang sudah sikap manusiawi. Namun benar sangat menyakitkan saat diri ini FAKIR , jauh dari ilmu syari’atNya. Sempat terbesit dalam fikiran ini, “ ya Allah, kenapa aku tidak seperti mereka yang mudah dalam mencari ilmuMu ? sedangkan aku ? kenapa baru sekarang aku mendapat hidayah untuk menuntut ilmu syar’i mu ? kemana saja diri ini berlalu ?” sebuah ungkapan saat lengah dalam menuntut ilmu. Rasa tangis, sedih , haru , dan miris melihat diri sendiri yang kurang akan ilmu syar’iNya. Aku IRI , ya aku IRI pada mereka yang selalu istiqomah dan kaya akan ilmuMu. Bagiku tak ada kedudukan mulia selain menuntut ilmu karenaMu dan menuntut ilmu syari’tMu. Saat diri ini dapat mengungguli beberapa orang dalam bidang akademis namun teryata sangat fakir saat dihadapkan ilmu agama. Ah seperti gelas kosong yang tak terisi apapun ! kosong ! hanya angin berlalu menyapa gelas itu. Untuk apa aku diciptakan ? jika masalah ilmu saja masih kosong. Bagaimana aku bisa menggapai surgaMu ? sedangkan perintah serta laranganMu masih sering aku langgar. Sungguh , hina sekali diri ini. Aku malu pada penciptaku , saat aku telah diciptakan , aku telah diberi kesempatan namun diri ini belum membanggakan.
Renungan sejenak untuk diriku sendiri,semakin aku membadingkan diriku dengan orang lain maka semakin itu pula aku merasa benar benar tak berguna dan aku pun mulai merasa putus asa. Istirahatlah sejenak, lihat prestasi apa yang sudah ku capai. “Masih pantaskah aku meremehkan kemampuan diri ku sendiri ? “ gumanku.” Bukankan Allah telah menciptakan jutaan bahkan ribuan orang dengan kemampuan dan kekurangan masing-masing ? kenapa harus selalu membandingkan dengan kemampuan orang lain ?” hemm ya ungkapan yang sedikit membuatku lebih tenang. Allah tak mungkin salah dalam memilihkan jalan untukku. Allah tak mungkin memberiku rintangan melebihi kemampuanku.
Sekarang sabarlah wahai diri ! bersyukurlah dan sadarilah ! kamu mampu dan kamu bisa. Jalanku mungkin tak seperti mereka mudah dalam menuntut ilmuNya. Namun tidak menutup kemungkinan kamu juga bisa seperti mereka. Hanya perlu usaha dan perjuangan , jalanku lebih mengasyikkan maka dari itu aku harus lebih berjuang. Bukankah setiap perjalanan harus ada perjuangan ? dan disetiap perjalanan selalu ada pelajaran ?
Ingat nasihat Imam Asy Syafi’i ? beliau Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata :
“ wahai saudaraku , ilmu tidak akan didapatkan kecuali dengan enam perkara yang akan saya beritahukan perinciannya : 1) kecerdasan , 2) semangat , 3) sungguh – sungguh , 4) berkecukupan , 5) bersahabat dengan guru, 6) membutuhkan waktu yang lama “
ya, kewajiban untuk menuntut ilmu sampai akhir hayat. Jangan putus asa jangan berhenti, jika lengah itu menghampirimu cukup istirahatlah sejenak kemudian berjalanlah lagi. Sungguh hadiah itu telah menunggumu. Bersabarlah, ingatlah kamu mencetak generasi penerus bangsa , kamu pencetak generasi rabbani , kamu pencetak khalifah di muka bumi ini , dan kamu tempat peradaban suatu bangsa. Tinggikan semua itu dengan ilmumu. Jadilah madrasah pertama untuk anak anak mu kelak.
Sungguh tidak ada kata terlambat untuk menuntut ilmu. Bersyukurlah karna Allah telah menitipkan cahaya ke dalam hatimu sehingga kamu berkeinginan menuntut ilmu syar’iNya. Unggulilah duniamu dengan ilmu akhiratmu. Sungguh itulah yang akan mengangkat derajatmu di dunia maupun di akhirat. Hamaasah para perindu surga .